Agam – Pemerintah Kabupaten Agam memfasilitasi pemulangan seorang perempuan terlantar bernama Elsa Saputri ke daerah asalnya di Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). Elsa dipulangkan setelah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Agam dan Baznas Agam menyusul dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya serta keterbatasan biaya untuk kembali ke kampung halaman.
Penanganan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diteruskan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Matur, Hasan Basri, kepada Dinas Sosial Kabupaten Agam. Setelah laporan diterima, petugas langsung menjemput Elsa dan membawanya ke Kantor Dinas Sosial Agam di Lubuk Basung pada Rabu siang untuk mendapat perlindungan sementara.
Berdasarkan pengakuannya kepada petugas, Elsa menyebut mengalami dugaan KDRT dari suaminya. Karena tak sanggup lagi bertahan, ia meninggalkan tempat tinggalnya di Pekanbaru dan menuju kampung keluarga suaminya di Kabupaten Agam.
Harapan untuk mendapat kondisi yang lebih baik justru tidak terwujud. Setelah hampir dua bulan tinggal di rumah mertua di Kecamatan Matur, Elsa mengaku kembali mengalami kekerasan dan kemudian diminta meninggalkan rumah tersebut.
Dalam keadaan tidak memiliki biaya dan tanpa tujuan pasti, warga setempat lalu melaporkan kondisinya agar segera mendapat penanganan dari pemerintah daerah.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan itu dengan berkoordinasi bersama Baznas Agam. Laporan tersebut langsung direspons Ketua Baznas Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si.
“Pagi ini kami bersama pekerja sosial, Erizal dan Windra Fitri, mengantarkan Elsa ke loket Bus MPM untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Barat. Kami juga menitipkan kepada sopir bus agar ikut membantu memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan,” ujarnya.
Selama berada di Kantor Dinas Sosial Agam di Lubuk Basung, Elsa mendapat pendampingan dan perlindungan dari petugas sosial. Hasneril menegaskan, petugas berupaya membuat Elsa merasa aman sebelum diberangkatkan pulang.
“Selama di Dinas Sosial, yang bersangkutan mendapatkan perlakuan yang baik dan pendampingan dari petugas kami agar merasa aman dan nyaman sebelum dipulangkan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Agam Villa Erdi, menambahkan pihaknya akan terus memperkuat respons cepat terhadap laporan masyarakat, terutama kasus sosial yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dan TKSK yang cepat melaporkan kondisi ini. Penanganan sosial membutuhkan kolaborasi agar warga yang mengalami persoalan berat tidak merasa sendirian,” ujarnya.
Pemulangan Elsa diharapkan menjadi awal baru baginya untuk memulihkan kondisi psikologis dan sosial bersama keluarga di daerah asal. Pemerintah Kabupaten Agam juga mengimbau masyarakat agar segera melapor bila menemukan warga terlantar atau korban kekerasan yang membutuhkan bantuan sosial.











