Jakarta – Ketua Umum DPP AMPI, Zigo Rolanda, menegaskan pentingnya menjadikan organisasi kepemudaan sebagai laboratorium kepemimpinan nasional sekaligus kawah candradimuka kaderisasi Partai Golkar.
Zigo menyatakan momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai pengingat agar organisasi tidak terjebak pada kegiatan seremonial atau sekadar mobilisasi politik semata.
Ia menyoroti bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan disrupsi teknologi, persaingan kerja, serta tuntutan akan kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas.
Data Komisi Pemilihan Umum menunjukkan pemilih dari Generasi Z dan milenial mencapai 58,38 persen pada Pemilu 2024.
Angka tersebut menempatkan pemuda sebagai penentu utama arah kepemimpinan nasional di masa depan.
Zigo menekankan pentingnya mengubah bonus demografi menjadi bonus produktivitas dan inovasi agar tidak memicu tantangan sosial maupun ekonomi di masa depan.
“Untuk menjawab tantangan zaman, kaderisasi AMPI kini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni kepemimpinan gagasan, pengalaman nyata di lapangan, serta jalur talenta kepemimpinan yang profesional,” ujar Zigo di Jakarta, Senin (28/10).
Kader didorong menjadi produsen gagasan yang mampu berpikir kritis serta memahami isu strategis seperti ekonomi digital, ketahanan pangan, hingga transisi energi.
Keterlibatan aktif dalam pendampingan UMKM dan aksi sosial di masyarakat menjadi tolok ukur keberhasilan kader dalam memberikan manfaat nyata bagi publik.
Zigo menambahkan bahwa integritas dan etika harus menjadi fondasi utama dalam pembentukan pemimpin muda agar mampu meraih kepercayaan masyarakat luas.
“Masa depan Partai Golkar dan Indonesia bergantung pada kualitas generasi pemimpin yang disiapkan saat ini menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.











