Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengingatkan aparatur sipil negara untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di daerah rawan. Ia menegaskan, ASN tidak hanya harus memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan, tetapi juga siap turun tangan saat kondisi darurat terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Dasar Manajemen Bencana (DMB) di BPSDM Sumatera Barat, Padang, Senin (13/7/2026). Menurut dia, posisi geografis Sumatera Barat yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif dan sesar aktif menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Mahyeldi mengatakan, penanggulangan bencana tidak cukup bertumpu pada sarana fisik. Ia menilai kualitas SDM yang cepat, tepat, dan profesional menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan.
Karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali aparatur dengan kemampuan manajemen risiko, sistem komando darurat, dan koordinasi lintas sektor. Mahyeldi berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan kerja masing-masing.
Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat perlu bergerak dalam kolaborasi yang kuat untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumatera Barat sekaligus Plt Kepala BPSDM, Medi Iswandi, menyebut pelatihan ini sebagai investasi strategis daerah. Menurut dia, program tersebut ditujukan untuk melahirkan aparatur yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari itu diikuti 40 peserta, terdiri atas 30 ASN Pemprov Sumatera Barat dan 10 perwakilan BBPKA-PDN Wilayah I Bukittinggi. Kegiatan ini menggunakan metode blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan klasikal.
Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti simulasi terpadu melalui Tabletop Exercise, Practical Exercise, dan Command Post Exercise. Rangkaian itu disiapkan untuk mengasah kemampuan pengambilan keputusan di lapangan.











