Tanah Datar – Ketua Harian IKAL Lemhannas DPD Sumatera Barat, Dr. H. Febby Dt Bangso Kayo, SH, S.ST.Par., M.Par., meminta ninik mamak di Luhak Nan Tuo tidak tergesa-gesa menolak rencana pembangunan jalan tol di Tanah Datar. Ia menilai proyek itu justru bisa menjadi peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

Febby mengatakan, momentum pembangunan jalan tol perlu dimanfaatkan agar Tanah Datar memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mengakses dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.

“Kesempatan baik jarang datang dua kali. Karena itu, ninik mamak perlu melihat pembangunan jalan tol secara jernih dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Febby kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Ia juga mendorong Bupati Tanah Datar turun langsung menemui ninik mamak dan membuka ruang dialog yang lebih luas. Menurutnya, musyawarah menjadi jalan terbaik agar setiap pihak bisa menyampaikan harapan dan kekhawatiran terkait rencana tersebut.

“Bupati harus turun gunung, merangkul ninik mamak, baiyo iyo, saling mendengar. Jangan sampai muncul kesan keputusan diambil tanpa melibatkan para pemangku adat,” ujarnya.

Febby menegaskan, pembangunan jalan tol harus dibarengi komunikasi yang baik agar masyarakat adat memahami manfaat sekaligus dampak yang mungkin muncul. Ia menilai sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata di Tanah Datar masih membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk berkembang dari hulu ke hilir.

Menurut dia, pemerintah daerah juga perlu melibatkan tokoh-tokoh perantau agar bisa bersama-sama mendukung percepatan pembangunan yang dibiayai melalui APBN.

“Jika daerah lain menolak, Tanah Datar justru harus mampu mengambil peluang tersebut. Tugas pemerintah daerah adalah mengakselerasi setiap peluang pembangunan yang bersumber dari APBN,” katanya.

Ia turut mengajak seluruh unsur lembaga adat di Luhak Nan Tuo mengedepankan dialog dengan pemerintah daerah. Perbedaan pandangan, kata Febby, bisa diselesaikan lewat musyawarah.

“Kita perlu mampajaniah nan mulai karuah. Mari berdialog bersama pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang kita miliki,” ujarnya.

Febby menambahkan, pembangunan jalan tol di Sumatera Barat membawa sejumlah manfaat strategis. Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, jalan tol juga dinilai dapat memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing UMKM, dan memperluas akses pasar bagi produk lokal.

Di sektor pariwisata, akses yang lebih mudah diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumatera Barat. Sementara dari sisi keselamatan, jalan tol diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan dengan memisahkan arus kendaraan logistik dan kendaraan pribadi.

Ia juga menilai jalan tol berpotensi membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor jalan. Selain itu, pembangunan tersebut disebut bisa mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah di Sumatera Barat.

Menurut Febby, sinergi pemerintah daerah, ninik mamak, tokoh perantau, dan masyarakat menjadi faktor penting agar proyek itu berjalan baik dan memberi manfaat bagi kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *