Batusangkar – Sebanyak 24 grup perwakilan kecamatan unjuk kemampuan dalam lomba pidato adat alua pasambahan di Balai Adat Tantejo Gurhano, Tanah Datar, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya daerah menjaga tradisi lisan Minangkabau tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly membuka langsung perlombaan tersebut. Ia menegaskan alua pasambahan bukan sekadar seni bertutur, melainkan juga sarana diplomasi yang mengandung etika dan norma sosial.
“Ini bukan hanya soal merangkai kata. Alua pasambahan adalah sistem norma, tata krama, dan diplomasi khas Minangkabau. Ia mengajarkan cara berkomunikasi yang halus dan penuh penghormatan agar tidak menyinggung perasaan lawan bicara,” ujar Fadly.
Ia juga meminta dewan juri menjaga integritas dalam penilaian. Menurutnya, objektivitas menjadi hal penting agar lahir generasi muda yang mampu menguasai khazanah budaya lokal.
Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt. Andomo, menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat tajam. Pada gelaran perdana, lomba hanya diikuti enam grup, sedangkan kini jumlahnya mencapai 24 grup.
Mayoritas peserta berusia 16 hingga 21 tahun.
“Antusiasme generasi muda kita sangat tinggi. Para pemenang nantinya akan menerima penghargaan saat upacara peringatan HUT RI ke-81 tingkat kabupaten,” kata Aresno.
Di kesempatan yang sama, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali meluncurkan buku memoar perjalanan hidupnya. Buku yang diselesaikan dalam dua tahun itu memuat kisah perjalanan kariernya sebagai wartawan, ASN, dosen, hingga advokat.
“Saya berharap catatan perjalanan ini bermanfaat dan mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tutur Mustafa, yang juga menjadi ketua pelaksana kegiatan.
Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari, sejumlah kepala dinas, dan para tokoh adat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan bersama pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga marwah budaya di Tanah Datar.











