PADANG – Dr. Edriana, S.H., M.A. terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMA 2 (IKASMA 2) Padang periode 2026-2031 dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI yang berlangsung di Aula SMA 2 Padang, Sumatera Barat, Sabtu (31/10/2026).
Edriana mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi ketua umum dalam organisasi tersebut.
Pemilihan berlangsung ketat melalui mekanisme pemungutan suara setelah upaya musyawarah untuk mufakat menemui jalan buntu.
Edriana meraih 13 suara dari total 23 perwakilan angkatan yang memberikan hak suara.
Pesaingnya, Almustasar Amir dari angkatan 1989, memperoleh sembilan suara, sementara satu suara dinyatakan tidak sah.
Kandidat lain, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., dari angkatan 1980, memutuskan mengundurkan diri sesaat sebelum pemungutan suara dimulai.
Ketua Steering Committee, Yultekhnil, secara resmi mengumumkan hasil pemilihan tersebut di hadapan seluruh peserta Mubes.
Menanggapi kemenangannya, Edriana mengajak seluruh alumni untuk mengakhiri perbedaan pendapat yang sempat terjadi selama proses pemilihan.
“Terima kasih kepada Uda/Uni dan adik-adik yang telah memilih saya sebagai ketua alumni lima tahun mendatang,” ucap Edriana.
Ia menegaskan pentingnya persatuan untuk membesarkan organisasi alumni ke depan.
“Kita akhiri yang terjadi di ruangan ini dan kita kembali bersatu membesarkan organisasi alumni kita,” tegasnya.
Langkah awal yang akan dilakukan Edriana adalah menyusun kepengurusan bersama tim formatur untuk menentukan program kerja lima tahun ke depan.
Direktur PT Anugerah Jaya Jakarta Modern School ini berencana merangkul berbagai elemen, termasuk kalangan alumni muda yang memiliki potensi.
Edriana juga secara terbuka mengajak mantan pesaingnya, Almustasar Amir, untuk bergabung mengisi posisi Ketua Harian.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal mengingat domisili Edriana yang berada di Jakarta.
“Almustasar saya harapkan menjadi mata dan telinga saya selama berada di Jakarta,” ungkap Edriana.
Ia menekankan bahwa organisasi alumni harus dikelola secara modern dan tidak boleh bergantung pada satu orang saja.
“Roda organisasi alumni harus terus berjalan, jangan tergantung pada satu orang saja; mari kita berorganisasi secara modern,” katanya.
Kepemimpinan baru ini kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merajut kembali harmoni di antara seluruh alumni.
Keberhasilan organisasi ke depan akan bergantung pada efektivitas kerja tim serta kemampuan pengurus dalam merangkul aspirasi seluruh anggota.











