Padang Pariaman – Kediaman seorang wartawan bernama Yuniar di Korong Sungai Pinang, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dibobol maling pada Rabu (21/10/2026).
Pencurian tersebut menyebabkan sejumlah barang elektronik milik korban hilang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Peristiwa itu diduga terjadi menjelang subuh saat korban sedang terjaga untuk menyelesaikan tulisan sekitar pukul 02.30 WIB.
Barang yang raib meliputi satu unit laptop mini 10 inci berwarna merah, tiga unit telepon genggam, tiga unit hardisk eksternal, dan satu tas laptop merek Eiger.
Korban baru menyadari kehilangan sejumlah perangkat tersebut pada pagi harinya sebelum melapor ke Polsek Batang Anai.
Yuniar mengaku khawatir bukan hanya pada nilai materi, melainkan juga terhadap seluruh dokumen penting yang tersimpan di dalam perangkat tersebut.
“Kerugian barang mungkin sekitar Rp10 juta, namun yang paling saya khawatirkan justru data-data di dalam perangkat tersebut, karena nilainya tidak bisa diukur dengan uang,” ungkap Yuniar.
Tiga hardisk eksternal yang dicuri masing-masing berkapasitas 1 terabita dan hampir penuh berisi arsip tulisan serta dokumen penting milik korban.
“Bayangkan saja, jika satu hardisk berkapasitas 1 terabita, berapa banyak data yang hilang jika tiga unit dibawa, ketiganya hampir penuh,” ujarnya.
Polsek Batang Anai telah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan bernomor SP.Lidik/112/X/2026/Reskrim tertanggal 21 Oktober 2026.
Kepolisian menyatakan akan melakukan proses penyelidikan selama 14 hari serta memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Hingga Sabtu (24/10/2026), korban menyatakan belum menerima perkembangan signifikan terkait pengungkapan kasus pencurian tersebut.
Petugas kepolisian sempat melakukan pelacakan melalui nomor IMEI salah satu telepon genggam yang hilang.
Hasil pelacakan tersebut menunjukkan koordinat perangkat terdeteksi berada di kawasan Purus, Kota Padang.
Namun, pihak kepolisian belum memastikan apakah perangkat tersebut masih berada di lokasi itu atau sudah berpindah tangan.
Yuniar sangat berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini agar barang-barang miliknya bisa ditemukan kembali.
“Bagi saya, persoalannya bukan semata-mata nilai barang yang hilang, data-data di dalamnya jauh lebih berharga karena tidak semuanya bisa diganti,” tegasnya.
Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.











