Dharmasraya – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur melalui rehabilitasi ruas jalan Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kabupaten Dharmasraya.

Proyek ini telah merampungkan tahapan pengaspalan utama dan kini memasuki fase pembangunan bahu jalan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, meninjau langsung progres pengerjaan di Kecamatan Koto Salak pada Senin (2/11/2026).

Vasko menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan akses yang layak bagi seluruh masyarakat tanpa memandang jarak geografis.

“Jarak bukan alasan untuk membedakan perhatian. Jangan sampai karena berada di ujung provinsi, masyarakat menjadi terabaikan. Mereka juga punya hak untuk menikmati infrastruktur yang layak,” tegas Vasko.

Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya bertahap memperbaiki jalan provinsi yang mengalami kerusakan di seluruh wilayah.

Pemerintah provinsi juga memastikan pembangunan merata hingga ke sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian agar seluruh wilayah dapat berkembang bersama.

Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat memulai rehabilitasi jalan ini sejak 13 Agustus 2026.

Pekerjaan ini menggunakan dana tambahan Transfer ke Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp6.997.457.143.

Proyek dijadwalkan berlangsung selama 140 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Lingkup pekerjaan mencakup perataan badan jalan, pemasangan lapis fondasi agregat kelas A dan B, hingga pengaspalan.

Perbaikan akses vital ini mendapatkan apresiasi dari warga setempat yang sudah lama menanti pemeliharaan infrastruktur.

Tokoh masyarakat Dharmasraya, H. Salihin, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut terakhir kali mendapatkan perbaikan pada tahun 1992.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wakil Gubernur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Akhirnya jalan kami mendapat perhatian dan diperbaiki,” ungkap Salihin.

Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, serta Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *