PADANG – Bupati Agam, Benni Warlis, menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sumatera Barat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, serta para kepala daerah dari 19 kabupaten dan kota di provinsi setempat.
Agenda utama rapat ini adalah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menekankan pentingnya mengoptimalkan empat penggerak utama ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi unggulan melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi, perluasan pasar, dan penciptaan lapangan kerja.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memaparkan bahwa perekonomian daerah menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan 4,54 persen pada Triwulan II 2026.
Pertumbuhan kumulatif pada Semester I tahun 2026 di Sumatera Barat tercatat mencapai 4,77 persen.
Menurut Mahyeldi, percepatan ekonomi harus didukung oleh penguatan sektor pertanian, investasi, pengembangan UMKM, serta pembangunan infrastruktur.
“Percepatan ekonomi perlu didukung penguatan sektor pertanian, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hilirisasi produk unggulan, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah,” ujar Mahyeldi.
Kabupaten Agam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,91 persen pada Triwulan II 2026 secara tahunan atau year-on-year.
Capaian tersebut melampaui target Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam 2026 yang ditetapkan sebesar 4,7 persen.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan komitmen daerah untuk mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan sektor pertanian, agroindustri, dan infrastruktur.
“Kami berkomitmen mempertahankan tren positif ini melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan agroindustri, dan peningkatan infrastruktur pendukung perekonomian masyarakat,” tegas Benni Warlis.
Pemerintah Kabupaten Agam mengalokasikan dana sebesar Rp21,41 miliar di sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas serta pengadaan 176 unit alat dan mesin pertanian.
Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran Rp1,52 miliar untuk mendukung pengembangan agroindustri serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Guna memperlancar distribusi masyarakat, pemerintah mengalokasikan Rp228,50 miliar untuk pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan nilai tambah produk.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Agam Madani, Maju, dan Berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.











