Padang – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Ia menyebut, dampak bencana tidak hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga terhentinya roda ekonomi yang menjadi sumber penghidupan warga.
Nanda Satria mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan lima langkah strategis dalam proses pemulihan.
Pertama, penanganan hunian korban banjir harus fleksibel, memberikan opsi relokasi mandiri tanpa mencabut masyarakat dari akar budaya dan pola hidupnya.
Kedua, pemulihan ekonomi UMKM menjadi kunci. Bantuan modal usaha dan relaksasi kredit diperlukan untuk menghidupkan kembali usaha masyarakat yang terdampak.
Ketiga, percepatan pencairan BLT bagi masyarakat rentan dan miskin untuk menjamin kelangsungan hidup mereka.
Keempat, program pemulihan harus mengutamakan perputaran uang di daerah, melibatkan potensi lokal, pengusaha, dan pekerja lokal dalam setiap proses pembangunan.
Kelima, internalisasi mitigasi bencana sebagai bagian dari hidup masyarakat, bukan hanya sekadar kegiatan rutin.
Nanda Satria menegaskan, penanganan bencana harus menjadi penopang ekonomi masyarakat, memastikan masyarakat lokal terlibat dan menikmati program yang disalurkan pemerintah. Ia mengingatkan agar kesalahan tata kelola penanganan bencana tidak menimbulkan masalah baru, yaitu masyarakat kehilangan hak untuk hidup sejahtera.











