Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) siapkan strategi khusus untuk bantu pulihkan Sumatera Barat pasca bencana. Langkah ini diambil sebagai respon cepat terhadap dampak kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

UNP menggelar pertemuan koordinasi internal bersama para dosen untuk menyusun strategi pemulihan. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (8/1/2025).

Rektor UNP, Krismadinata, menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam memberikan pemikiran strategis dan inovatif. UNP akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain dalam konsorsium untuk menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai bidang keilmuan.

UNP menjadi bagian dari Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera. Konsorsium ini melibatkan 11 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Konsorsium ini dikoordinir oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Beberapa universitas yang terlibat antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, dan Universitas Syiah Kuala.

Konsorsium dibentuk sebagai respons atas bencana hidrometeorologi besar akibat Tropical Cyclone Senyar pada akhir November 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan berupa banjir bandang, aliran sedimen pekat, kerusakan infrastruktur vital, serta rusaknya permukiman dan lahan pertanian.

UNP diharapkan terlibat aktif dalam berbagai Kelompok Kerja Teknis (Pokja). Pokja tersebut meliputi Tata Ruang, Hunian, dan Permukiman; Pendidikan dan Literasi Kebencanaan; Ekonomi, Sosial dan Budaya; serta Kesehatan, Psikososial, dan Pendidikan.

Konsorsium ini beroperasi dengan prinsip “Build Back Better”. Prinsip ini menekankan pada pembangunan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Rencana kerja konsorsium terbagi dalam tiga tahap: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *