Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan siap menjadi tuan rumah Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 2026, jika mendapat kepercayaan dari organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Sikap tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menerima kunjungan Tim Survei PBNU di Istana Gubernuran, Minggu malam (5/7/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari penjajakan kesiapan daerah kandidat tuan rumah muktamar.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap apabila diberi amanah menjadi tuan rumah Muktamar PBNU Ke-35. Kami tentu akan memberikan dukungan terbaik agar pelaksanaannya berjalan lancar, sukses, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki pengalaman dalam menggelar berbagai kegiatan berskala nasional. Menurut dia, dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain menjadi modal penting untuk menyukseskan agenda tersebut.

Ia menilai, jika Sumbar dipercaya menjadi tuan rumah, hal itu akan mempertegas posisi daerah tersebut sebagai wilayah yang religius dan terbuka bagi semua. Mahyeldi juga meyakini kegiatan itu akan memberi dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata daerah.

Tim Survei PBNU yang hadir dalam pertemuan itu terdiri atas KH. Ahmad Nadhif, KH. Muhyiddin Thohir, Nur Hidayat, dan Najib Azca. Mereka didampingi jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, yakni Ahmad Wira dan Tan Gusli.

Dalam pertemuan tersebut, tim menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk melihat langsung kesiapan Pemerintah Daerah sebagai calon tuan rumah Muktamar PBNU Ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.

Tim juga menjelaskan bahwa hasil penjajakan itu akan dilaporkan kepada PBNU. Saat ini, sejumlah daerah masih dipertimbangkan, sedangkan keputusan akhir akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *