Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kegiatan keagamaan yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an dan salat Isya berjamaah bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran staf Pemkab Agam.

Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari pembinaan rohani bagi aparatur pemerintah daerah. Dalam rangkaian acara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam menyampaikan kultum tentang hakikat kehidupan dunia.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menyebut manusia di dunia diibaratkan sebagai orang asing atau seorang musafir.

Menurutnya, setiap Muslim perlu menyiapkan bekal terbaik sebelum melanjutkan perjalanan menuju kehidupan akhirat. Bekal itu, kata dia, berupa iman, ilmu, amal saleh, dan ketakwaan.

“Perjalanan hidup kita di dunia ini memiliki persinggahan hingga akhirnya tiba pada pemberhentian terakhir, yaitu kembali menghadap Allah SWT. Semoga apa yang disampaikan malam ini menjadi pengingat dan membawa syafaat bagi kita semua,” ujarnya.

Bupati Agam Benni Warlis kemudian mengajak jajarannya menjadikan enam prinsip keislaman sebagai pedoman hidup. Ia menekankan pentingnya tauhid, yakni menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktivitas dan menjauhi kesyirikan.

Benni juga mengingatkan agar aparatur meneladani sifat malaikat yang selalu taat kepada Allah SWT. Menurutnya, nilai ketaatan itu perlu diwujudkan dalam sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam bekerja karena setiap amal manusia senantiasa dicatat oleh malaikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *