Banuhampu – Pemerintah Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu, menggelar Pembinaan Puti Bungsu pada Rabu (8/7/2026) untuk memperkuat pemahaman generasi muda perempuan tentang peran dan tanggung jawab mereka di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Sebanyak 30 peserta dari tiga jorong di Nagari Taluak IV Suku mengikuti kegiatan tersebut. Melalui pembinaan ini, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mempertahankan nilai-nilai adat sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terus berkembang.
Wali Nagari Taluak IV Suku, Muhammad Fadli, membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya peran perempuan Minangkabau dalam kehidupan sosial dan meminta para Puti Bungsu tidak mudah terpengaruh informasi yang berdampak negatif.
“Marilah kita terus berbenah diri untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin berat. Pertahankan adat dan budaya yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), dengan prinsip Syarak Mangato, Adaik Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru,” ujarnya.
Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Asnita Thamrin, S.Sos., hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk Pemahaman Sumbang Duo Baleh bagi Perempuan Minangkabau. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Sumbang Duo Baleh penting dipahami sebagai pedoman perilaku perempuan Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari agar tetap menjunjung adat, etika, dan budaya.
Kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi Puti Bungsu yang berkarakter, memahami jati diri sebagai perempuan Minangkabau, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.










