Kupang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghadiri Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (17/10/2026).
Kehadiran Mahyeldi bertujuan memberikan dukungan moral sekaligus menyemangati para atlet disabilitas asal Sumatera Barat yang sedang berkompetisi.
“Kita hadir untuk memberi semangat bagi para atlet kita yang tengah berjuang meraih prestasi untuk mengharumkan nama daerah,” ucap Mahyeldi.
Gubernur didampingi oleh Ketua TP PKK Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat.
Mahyeldi mengapresiasi semangat juang seluruh atlet dari berbagai daerah yang tetap menjunjung tinggi sportivitas di lapangan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga berkesempatan mengalungkan medali kepada para pemenang lomba.
“Alhamdulillah kita melihat semua bertanding dengan penuh semangat, tadi kita juga sempat mengalungkan medali kepada para pemenang salah satu lomba,” ungkap Mahyeldi.
PESONAS II berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 dengan melibatkan lebih dari 1.000 atlet dari 22 provinsi di Indonesia.
Ajang ini menjadi sarana seleksi atlet disabilitas intelektual untuk dipersiapkan menuju Special Olympics World Games (SOWG) 2027 di Santiago, Chile.
“Kegiatan ini menjadi ajang seleksi bagi atlet SOIna untuk mewakili Indonesia pada Olimpiade Disabilitas Intelektual tingkat dunia di Santiago, Chile pada Bulan Oktober tahun 2027 mendatang,” ujar Ketua Panitia PESONAS II NTT Tahun 2026, Reny Marlina.
Pertandingan dipusatkan di GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.
Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bulu tangkis, atletik, senam ritmik, bocce, tenis meja, hingga renang.
Reny memastikan seluruh lokasi pertandingan telah diverifikasi oleh tim Pengurus Pusat SOIna dan dinyatakan layak.
“Seluruh venue juga sudah diverifikasi oleh tim dari Pengurus Pusat SOIna dan telah dinyatakan layak,” ungkap Reny.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Akulah Bintang Dunia: Dari Kupang ke Santiago”.











