Padang – Konferensi internasional tentang mitigasi bencana, ICDMM-3, sukses digelar di Universitas Andalas (Unand) pada 29-30 September.

Dekan Fakultas Teknik Unand, Prof. Is Prima Nanda, menyebut konferensi ini menghasilkan rekomendasi penting untuk pemerintah terkait pengurangan risiko bencana.

“Tujuannya meminimalkan dampak risiko, mitigasi kesiapsiagaan, demi mengurangi terjadinya korban jiwa,” ujarnya.

ICDMM-3 diinisiasi oleh Magister Manajemen Bencana Unand, Pusat Studi Bencana (PSB), Fakultas Teknik, dan LPPM Unand, bekerja sama dengan SIAP SIAGA dan BNPB.

Is Prima Nanda menekankan pentingnya mitigasi berbasis riset, pendekatan struktural (tata ruang, bangunan tahan gempa), dan non-struktural (pendekatan masyarakat dan teknologi).

“Mitigasi bencana sangat diperlukan, karena kita tak tahu megathrust kapan tiba,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Unand memiliki PSB yang rutin memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengkaji dampak megathrust.

Mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan teknologi, pemanfaatan big data, AI, dan IoT untuk sistem peringatan dini, serta pemetaan risiko berbasis GIS.

Konferensi ini juga membahas penguatan kebijakan dan regulasi, keterlibatan masyarakat, kolaborasi multisektor, penguatan infrastruktur, dan adaptasi terhadap bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *