Parikmalintang – Masyarakat Nagari Kuranji Hulu, Padang Pariaman, menggelar “Festival Manyerak Anak Daro” untuk melestarikan adat, seni, dan budaya Minangkabau. Festival ini rencananya akan menjadi agenda tahunan nagari.

Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, dan sejumlah kepala OPD turut hadir dalam festival yang berlangsung meriah tersebut.

Kepala BPKD M. Fadhly mewakili Bupati John Keneyd Azis yang berhalangan hadir karena mengikuti pendidikan di Lemhanas.

“Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap Festival Menyerak Anak Daro dapat dimasukkan dalam kalender tahunan,” ujar Fadhly.

Menurut bupati, Festival Manyerak Anak Daro merupakan langkah penting dalam menjaga citra, warisan, dan karakter masyarakat Minangkabau, khususnya di wilayah Sungai Geringging.

Nita Christanti Azis menekankan pentingnya festival ini sebagai sarana penanaman nilai-nilai budaya dan penguatan identitas adat Minangkabau.

“Kegiatan Manyerak Anak Daro ini menggambarkan proses kedewasaan, sopan santun, serta peran penting perempuan dalam adat dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau,” katanya.

Walinagari Kuranji Hulu, Salaman Hardani, menjelaskan bahwa festival ini diangkat kembali karena tradisi manyerak anak daro sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Festival ini diikuti oleh delapan korong di Nagari Kuranji Hulu. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni tradisi seperti inyiak reno, tari pasambahan, tari galombang, tari piring, dan atraksi menyemburkan api, hingga tarian milenial dari generasi muda nagari.

“Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun agar menjadi simbol semangat kita dalam menjaga warisan budaya Minangkabau,” tutup Salman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *