Padang – BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Andalas mulai memasukkan materi jaminan sosial ke dalam kurikulum perkuliahan. Langkah ini ditempuh untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang perlindungan kerja sejak masih di bangku kuliah.

Kesepakatan itu diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi di Padang, Rabu (6/8/2026). Kerja sama tersebut meliputi pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Saiful mengatakan, pemahaman tentang jaminan sosial seharusnya tidak baru muncul ketika seseorang sudah memasuki dunia kerja. Menurut dia, mahasiswa perlu lebih dulu mengetahui hak dan perlindungan yang melekat pada calon pekerja, baik di sektor formal, informal, maupun bagi mereka yang berusaha sendiri.

“Anak-anak mahasiswa ini kan nanti calon pekerja. Tentunya mereka harus tahu bahwa bekerja formal, informal, maupun berusaha sendiri tetap akan menjadi bagian dari perlindungan pekerja. Jadi dari awal mereka harus sudah paham,” ujar Saiful.

Sebagai implementasi awal, sebanyak 1.500 mahasiswa Universitas Andalas yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan berharap para mahasiswa itu tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut menyebarkan literasi jaminan sosial di tengah masyarakat selama pengabdian.

Efa menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dunia kerja menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi masa depan profesional.

“Kolaborasi ini membekali mahasiswa agar memahami perlindungan ketenagakerjaan, baik saat mereka nanti menjadi pekerja maupun pemberi kerja,” kata Efa.

Di luar materi perkuliahan, kemitraan ini juga membuka peluang magang bagi mahasiswa di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kesempatan itu, mahasiswa diharapkan dapat melihat langsung praktik penyelenggaraan jaminan sosial di lapangan.

Program ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan peserta lewat ekosistem pendidikan. Penguatan literasi sejak masa kuliah diharapkan dapat mengurangi hambatan pemahaman bagi pekerja informal di masa depan sekaligus mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *