Padang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mulai menimbang penggunaan teknologi konstruksi lokal untuk mempercepat pemulihan permukiman pascabencana. Salah satu yang menarik perhatian adalah Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock, yang dinilai cocok untuk kebutuhan hunian tetap bagi warga terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, mengatakan hal itu saat meninjau rumah contoh Sepablock di lingkungan PT Semen Padang, Jumat (8/5/2026). Rombongan BPBD diterima Kepala Unit BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, bersama staf unit, Zulfikar.
Menurut Nopelius, BPBD mencari solusi hunian yang bisa dibangun cepat tetapi tetap memiliki kekuatan struktur yang baik. Karena itu, sistem bata interlock tersebut dinilai layak dipertimbangkan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Ia menjelaskan, teknologi itu terutama ditujukan bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok pada akhir November 2025. Bencana tersebut menyebabkan banyak rumah warga mengalami kerusakan berat.
BPBD menilai keunggulan utama Sepablock terletak pada efisiensi waktu pengerjaan. Di tengah kebutuhan warga akan kepastian tempat tinggal dalam waktu singkat, sistem bongkar pasang itu dianggap bisa menjawab tantangan penanganan permukiman darurat di Sumatera Barat.
Kabupaten Solok dan wilayah Sumatera Barat pada umumnya juga memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Karena itu, BPBD menekankan pembangunan perumahan harus memperhatikan ketahanan terhadap gempa bumi serta faktor keamanan lingkungan lainnya.
Kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk mempelajari teknis pemasangan Sepablock yang lebih sederhana dibandingkan bata konvensional. Dengan metode yang dinilai praktis itu, BPBD berharap pembangunan Huntap ke depan dapat melibatkan partisipasi masyarakat lokal dan berjalan lebih hemat biaya.
BPBD juga berharap kerja sama dengan penyedia teknologi konstruksi seperti PT Semen Padang terus diperkuat. Rumah contoh tipe 36 yang disiapkan perusahaan dinilai membantu pemerintah daerah membayangkan standar hunian layak bagi warga terdampak.
Penjajakan ini menjadi sinyal awal bagi percepatan pemulihan infrastruktur di Kabupaten Solok. Dengan memanfaatkan inovasi yang berkembang di Sumatera Barat, BPBD optimistis kebutuhan hunian yang aman dan berkelanjutan bagi korban bencana bisa segera dipenuhi.











