Cilegon – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menjenguk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Zulkarnaini, yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Cilegon, Banten, pada Rabu (21/10/2026).
Zulkarnaini merupakan salah satu korban selamat dalam insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan Pelabuhan Merak yang terjadi sehari sebelumnya.
Mahyeldi menyampaikan doa agar Zulkarnaini beserta istrinya segera mendapatkan kesembuhan total.
Ia menekankan pentingnya pendampingan bagi para korban untuk memulihkan kesehatan mental pasca-trauma.
“Alhamdulillah, secara fisik beliau beserta istri sudah membaik,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menambahkan bahwa pemulihan psikis tetap menjadi prioritas utama agar korban dapat kembali beraktivitas dengan normal.
“Namun, secara mental dan psikis belum sepenuhnya pulih,” lanjutnya.
Zulkarnaini menceritakan kembali detik-detik mencekam saat kapal terbakar pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat insiden terjadi, ia bersama istrinya sedang bersiap turun menuju dek kendaraan kapal.
Alarm kapal tiba-tiba berbunyi diikuti munculnya kepulan asap tebal dari arah buritan.
Kepanikan melanda seluruh penumpang yang berebut mencari alat keselamatan karena persediaan pelampung sangat terbatas.
Zulkarnaini sempat menunggu instruksi resmi dari kru kapal sebelum akhirnya memutuskan untuk bertindak cepat.
“Setelah mendapatkan pelampung, saya bersama istri langsung menggunakannya dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” tutur Zulkarnaini.
Sebelum berhasil mendapatkan pelampung, pasangan suami istri tersebut sempat berada dalam kondisi kritis dan mempertimbangkan untuk nekat melompat ke laut tanpa alat pengaman.
Saat ini keduanya berada dalam kondisi aman meski sang istri mengalami cedera terkilir akibat insiden tersebut.
Kebakaran KMP Batumandi terjadi saat kapal penyeberangan rute Merak–Bakauheni itu hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Merak.
Seluruh penumpang yang terdampak dalam peristiwa ini telah menerima penanganan medis secara intensif.











