Jakarta – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (22/7/2026), untuk mendorong tiga agenda besar yang dinilai bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam audiensi itu, Mahyeldi mengajukan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai Proyek Strategis Nasional, reaktivasi jaringan kereta api, serta percepatan pengembangan energi baru terbarukan.
Usulan utama yang dibawa Pemprov Sumbar adalah menjadikan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat sebagai Kawasan Kota Pelabuhan Industri Hijau Cerdas atau Smart Green Industrial Port City. Kawasan ini sekaligus diusulkan masuk dalam PSN dan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi yang terhubung dengan pelabuhan modern.
“Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” kata Mahyeldi.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut disiapkan untuk menampung sejumlah industri strategis, termasuk kilang minyak dan industri biodiesel berbasis crude palm oil atau CPO. Kehadiran kawasan industri hijau itu diharapkan memperkuat daya saing daerah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi wilayah sekitar.
Menurut Mahyeldi, prospek Teluk Tapang cukup besar karena didukung komoditas unggulan Sumbar, terutama kelapa sawit. Pasaman Barat menjadi salah satu sentra perkebunan sawit terbesar di provinsi itu, sehingga pelabuhan baru diyakini dapat menekan biaya distribusi hasil perkebunan yang selama ini masih bergantung pada Pelabuhan Teluk Bayur.
Tak hanya untuk Sumbar, Teluk Tapang juga diproyeksikan menjadi simpul logistik pantai barat Sumatera, termasuk bagi Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pemerintah pun telah memasukkan pembangunan fasilitas pelabuhan itu sebagai proyek strategis yang disiapkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain sektor pelabuhan, Mahyeldi juga meminta percepatan reaktivasi kereta api di Sumbar. Ia menilai penguatan konektivitas lewat transportasi rel akan membuat distribusi barang dan komoditas lebih efisien, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Usulan lain yang disampaikan adalah percepatan pengembangan energi baru terbarukan. Sumbar, menurut Mahyeldi, memiliki potensi besar pada energi air, panas bumi, dan surya yang dapat menjadi fondasi kawasan industri hijau sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Menanggapi hal itu, Airlangga Hartarto menyambut positif berbagai usulan yang disampaikan Pemprov Sumbar. Ia mengapresiasi langkah daerah tersebut dalam menyiapkan program pembangunan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing.
Airlangga mengatakan pemerintah pusat akan menelaah seluruh usulan itu dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, tahapan perencanaan, serta kewenangan Kemenko Perekonomian.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumbar memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, mengembangkan kawasan industri, memperkuat konektivitas, dan memanfaatkan energi bersih sebagai dasar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Mahyeldi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas DPMPTSP Luhur Budianda, Kepala Dinas Perkimtan Ahdiyarsyah, Kepala Dinas Kehutanan Ferdinal Martin, Kepala Dinas ESDM Helmi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardianto, serta Kepala Badan Penghubung Fauzan Zaenon.











