Padang – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Sumatera Barat menargetkan perolehan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Target ambisius tersebut didasarkan pada kualitas talenta lokal yang saat ini sedang menjalani proses pelatihan intensif.

Pengurus Pelti Sumbar, Dr. Risky, menyatakan bahwa persiapan tim telah memasuki fase krusial.

Pihaknya memproyeksikan tujuh atlet potensial, yakni Mazza, Althafi, Gusnita, Siti Syarah, Syahira, Ratu, dan Jefri Wiranda sebagai tulang punggung tim.

Pelti Sumbar juga resmi menggandeng Ari Fahresi dan Azmi ke dalam jajaran tim pembinaan untuk memperkuat fondasi teknis para atlet.

Kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan program latihan sekaligus mematangkan strategi kompetisi di tingkat nasional.

“Kesepakatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah,” ujar Risky pada Senin (19/10/2026).

Risky menegaskan bahwa pihaknya kini fokus pada latihan terstruktur, uji tanding, dan evaluasi berkala agar persiapan tim benar-benar terukur.

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) rencananya akan digunakan sebagai instrumen evaluasi utama untuk memetakan kekuatan para atlet.

Hasil dari ajang tersebut bakal menjadi tolok ukur sebelum tim mengikuti kualifikasi Pra-PON 2027.

Pra-PON 2027 akan menjadi saringan terakhir yang menentukan tiket menuju PON 2028.

Risky menekankan bahwa jalan menuju podium juara menuntut komitmen tinggi dan kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan olahraga di Ranah Minang.

“Dengan pembinaan yang serius dan dukungan semua pihak, tenis Sumatera Barat harus tampil kompetitif,” tegas Risky.

Ia menyatakan bahwa pihaknya bertekad memperjuangkan prestasi terbaik bagi daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *