Tanah Datar – Hujan deras yang turun berhari-hari di Kabupaten Tanah Datar memicu banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Wilayah yang terdampak meliputi Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab.
Dari seluruh titik terdampak, Nagari Taluak di Kecamatan Lintau Buo mengalami kerusakan paling parah. Luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago pada Selasa malam, 12 Mei, menghanyutkan lima rumah warga, memutus lima jembatan, serta merusak ratusan hektare sawah masyarakat.
Menanggapi laporan dari wali nagari dan warga, Bupati Tanah Datar Eka Putra langsung meninjau lokasi bersama Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan, Kalaksa BPBD, kepala dinas terkait, camat, dan sejumlah pejabat lainnya.
“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir tadi malam mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat. Kami memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin,” kata Eka Putra, Rabu (13/5/2026).
Ia meminta wali nagari bersama masyarakat mengatur distribusi logistik bagi para pengungsi. Pemerintah daerah, kata dia, juga telah menyalurkan bahan makanan mentah untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan,” ujarnya.
Eka Putra menegaskan penanganan pascabencana harus dilakukan cepat melalui kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat. Ia juga memastikan tim segera diturunkan untuk mendata seluruh kerusakan akibat banjir.
“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” katanya.
Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan, putusnya lima jembatan membuat sejumlah warga terisolasi. Rumah warga yang hanyut, lanjut dia, sementara ini ditempati kerabat masing-masing.
Meski begitu, pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak sebagai langkah antisipasi jika kondisi memburuk.
“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan,” ujar Pendi.











