Lubuk Basung – Tiga pelajar Kabupaten Agam resmi melangkah ke tahap pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 setelah dinyatakan lolos seleksi ketat. Ketiganya dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi, di ruang kerjanya, Jumat (31/7), sebelum berangkat ke Padang.
Mereka adalah Aulia Zikri dan Syifa Tul Aisyi dari SMAN 1 IV Koto, serta Nahda Humaira dari SMAN 1 Tilatang Kamang. Keberhasilan itu disebut sebagai hasil dari proses seleksi berlapis di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Sekda Agam menegaskan, para calon Paskibraka yang terpilih memang layak disebut putra-putri terbaik daerah. Menurutnya, Paskibraka bukan hanya identik dengan tugas mengibarkan bendera pada upacara 17 Agustus, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda.
“Kita di Agam memiliki misi membina generasi muda, salah satunya melalui Paskibraka. Ini bukan hanya untuk mengambil bagian pada upacara 17 Agustus, tetapi menjadi tempat penempaan karakter bagi generasi yang dipilih secara objektif dan selektif,” ujarnya.
Ia meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus berkembang. Nilai disiplin, kejujuran, kekompakan, tanggung jawab, dan sportivitas yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan mereka ke depan.
“Jadikan momen ini untuk memperbaiki diri dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Penempaan di Paskibraka harus menjadi pakaian dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sekda juga mengingatkan ketiganya untuk menjaga nama baik Kabupaten Agam selama menjalani pelatihan di tingkat provinsi. “Karena ananda merupakan duta daerah yang telah melalui proses seleksi yang kompetitif,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Agam, Bambang Warsito, menyampaikan bahwa Agam awalnya mengirim enam peserta atau tiga pasang ke seleksi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dari jumlah itu, tiga orang berhasil lolos, terdiri dari satu putra dan dua putri dari dua sekolah berbeda.
“Alhamdulillah, dari enam peserta yang kita kirim, tiga orang berhasil lolos, terdiri dari satu putra dan dua putri dari dua sekolah berbeda,” ungkapnya.
Bambang juga menyampaikan kabar lain yang tak kalah membanggakan. Dari enam peserta seleksi tersebut, Ahmad Alfatih dari SMA Negeri Agam Cendekia terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional.
Ia menyebut capaian itu sangat berarti karena Kabupaten Agam kembali memiliki wakil di tingkat nasional setelah menunggu 11 tahun. “Tahun lalu kita mengirim lima peserta ke tingkat provinsi, namun belum ada yang lolos ke tingkat nasional. Tahun ini Alhamdulillah satu orang berhasil menembus tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Agam,” katanya.
Bambang berharap tiga calon Paskibraka tingkat provinsi dapat menjalani seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar dipercaya menempati posisi strategis saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat Sumatera Barat.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama Bank Nagari turut mendukung pembinaan Paskibraka, mulai dari penyediaan pakaian latihan hingga dukungan bagi pelatih dan pendamping. Untuk keberangkatan ini, Bank Nagari juga menyalurkan uang tunai dan bingkisan bagi ketiga pelajar tersebut.
Pemkab Agam juga telah menyiapkan penyambutan khusus bagi Ahmad Alfatih setelah menuntaskan tugasnya sebagai Paskibraka tingkat nasional.











