Tanah Datar – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, segera dimulai. Proyek yang berdiri di atas lahan hibah keluarga besar Dony Oskaria itu digadang-gadang menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia dengan kapasitas hingga 3.000 siswa.

Dody meninjau langsung lokasi pembangunan pada Kamis (21/5/2026) bersama Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Tanah Datar Eka Putra. Kunjungan tersebut juga menjadi ajang melihat kesiapan lahan di kampung halaman Dony Oskaria.

“Ini kemungkinan menjadi salah satu yang terbesar karena mampu menampung tiga ribu siswa. Lahannya luas, sekitar 16 hektare, bahkan beberapa bangunan direncanakan hingga tiga lantai,” ujar Dody.

Ia menegaskan, pembangunan proyek itu membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah, terutama dalam percepatan perizinan dan penyediaan akses menuju kawasan pendidikan. Menurutnya, jalan menuju lokasi perlu diperlebar hingga 5,5 meter agar distribusi logistik dan operasional sekolah berjalan lancar.

Dody mengatakan, pematangan lahan akan dikerjakan PT Nindya Karya dan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan. Meski dikerjakan cepat, ia menekankan kualitas konstruksi tetap harus menjadi prioritas karena bangunan tersebut masuk kategori high risk building.

“Pengerjaannya harus cepat, tetapi tidak boleh asal-asalan karena ini termasuk high risk building. Kalau tidak sesuai standar tentu berbahaya,” katanya.

Di sela kunjungan, Menteri PU juga bersilaturahmi dengan orang tua Dony Oskaria yang merupakan putra daerah Tanjung Alam.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menjelaskan lahan sekolah berasal dari hibah keluarga besar Dony Oskaria seluas sekitar 10 hektare dan akan bertambah enam hektare lagi. Ia menyebut proses hibah dan sertifikat telah tuntas.

“Tanah yang dihibahkan sekitar 10 hektare dan akan ditambah enam hektare lagi. Proses hibah serta sertifikatnya sudah selesai,” ujarnya.

Eka menambahkan, pembangunan sekolah juga mulai melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Warga lokal kini sudah banyak bekerja di area pembangunan,” katanya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas perhatian terhadap program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurut Eka, fasilitas yang dibangun bahkan melampaui boarding school terbaik di Indonesia.

“Fasilitas yang dibangun bahkan melampaui boarding school terbaik di Indonesia. Ini bentuk perhatian luar biasa Presiden kepada masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *