Padang – Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang menerima bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Zayed Foundation. Bantuan itu diberikan kepada jemaah yang tetap berangkat menunaikan ibadah haji meski sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi dan kehilangan harta benda akibat bencana.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program dukungan untuk 162 jemaah terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Program kemanusiaan itu menyalurkan total anggaran sebesar 192.000 dolar Amerika Serikat.
“Di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Pemerintah Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji yang tetap bersemangat berangkat ke tanah suci di tengah kondisi yang tidak mudah,” kata Rifki di Asrama Haji Embarkasi, Sabtu (20/6).
Ia menjelaskan, Zayed Foundation secara khusus meminta data jemaah haji yang terdampak bencana untuk diberikan dukungan moral dan materi. Menurut Rifki, kegigihan para jemaah dalam memenuhi panggilan ibadah di tengah ujian hidup menjadi perhatian utama pihak donor internasional tersebut.
Seluruh jemaah asal Sumatera Barat yang diusulkan dalam program ini telah lolos verifikasi kriteria. Dana bantuan juga telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima agar prosesnya transparan dan mudah diakses.
Rifki menilai bantuan ini menjadi bukti koordinasi Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif. Ia berharap dukungan tersebut dapat meringankan beban finansial jemaah sekaligus menambah semangat mereka selama menjalankan rukun Islam kelima di tanah suci.
“Ini menunjukkan bahwa semangat dan perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar Rifki.











