Padang – Pemerintah pusat mulai merealisasikan peningkatan layanan air bersih untuk warga Kota Padang melalui penandatanganan kontrak Paket Kegiatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 200 liter per detik. Proyek senilai sekitar Rp284 miliar itu juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan sepanjang kurang lebih 19 kilometer.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Barat resmi mengikat kontrak proyek tersebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur dasar perkotaan. Program ini ditujukan untuk memperbesar kapasitas produksi dan distribusi air bersih di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji.
Dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan, pasokan air bersih di tiga kecamatan itu diharapkan lebih stabil dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta perkembangan wilayah kota. Pemerintah menargetkan layanan yang lebih memadai, berkelanjutan, dan berkualitas bagi warga di kawasan pelayanan.
Selain untuk pelayanan publik, pembangunan SPAM ini juga disiapkan sebagai bagian dari mitigasi bencana gempa. Sistem penyediaan air minum yang lebih andal diharapkan dapat membantu kesiapsiagaan daerah saat menghadapi keadaan darurat sekaligus menjaga layanan dasar tetap berjalan.
Penandatanganan kontrak menjadi penanda dimulainya tahap pelaksanaan proyek yang diproyeksikan memberi dampak langsung terhadap kualitas hidup warga. Langkah ini juga memperkuat arah pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Kota Padang.
Dukungan terhadap proyek ini pun mendapat apresiasi karena dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan air bersih yang lebih baik sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap risiko bencana.










