Aceh Tamiang – Ribuan penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang segera menempati hunian tetap setelah pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) mencapai kesepakatan pelepasan lahan.
Kesepakatan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelepasan Lahan HGU pada Selasa (30/6/2026), yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Dalam Negeri, BPN Aceh, serta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Hasil rapat tersebut menjadi titik penting dimulainya pembangunan 2.212 unit hunian tetap yang sebelumnya tertunda karena persoalan ketersediaan lahan.
Sejumlah perusahaan, di antaranya PTPN, PT Socfindo, PT Betami, PT Bahruni, dan PT Evan Group, menyatakan bersedia menyerahkan lahannya untuk lokasi hunian. Adapun perusahaan lainnya masih menyelesaikan administrasi atau menyiapkan lahan pengganti.
Wakil Kepala Bidang Data Posko Satgas PRR, Brigjen TNI Andre Julian, mengatakan pihaknya memfasilitasi koordinasi agar pembangunan dapat berjalan bersamaan dengan penyelesaian administrasi.
“Telah tercapai kata sepakat antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan beberapa pemilik lahan untuk segera melaksanakan pembangunan secara paralel,” kata Andre.
Menurut dia, langkah itu ditempuh agar warga terdampak tidak harus menunggu seluruh proses administrasi selesai untuk bisa menempati rumah baru.
Wakil Kepala II Bidang Data Posko Satgas PRR, Kolonel Tamimi Hendra Kesuma, menegaskan pihaknya akan mengawasi ketat komitmen para perusahaan dalam sepekan ke depan.
Jika masih ada kendala, penyelesaiannya akan dibawa ke pemerintah pusat agar target rehabilitasi dan rekonstruksi tetap berjalan sesuai rencana.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyambut baik perkembangan tersebut. Ia juga memastikan pemerintah daerah segera memvalidasi lahan yang sudah disepakati.
“Lahan-lahan yang sudah oke dan A1 akan segera kami rapikan untuk dilaporkan ke Kementerian PKP agar pembangunan bisa langsung dieksekusi,” tegas Armia.











