Padang – Kota Padang berpotensi besar mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah Jerman untuk proyek pelestarian lingkungan. Revitalisasi Sungai Batang Arau menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama bilateral yang direncanakan terealisasi pada 2026.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara aktif menawarkan sejumlah proyek strategis kepada Pemerintah Jerman. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kota tersebut.

Usulan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) daring yang melibatkan berbagai pihak. Termasuk Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar RI di Berlin.

Fadly Amran menjelaskan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari hubungan sister city antara Padang dan Hildesheim, Jerman, yang telah terjalin sejak 1988.

“Kami mengusulkan kerja sama revitalisasi Sungai Batang Arau, khususnya dalam pengelolaan air limbah,” ujar Fadly Amran, menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Jerman melalui GIZ.

Selain revitalisasi sungai, Pemkot Padang juga mengusulkan pengembangan transportasi massal berbasis listrik untuk Trans Padang.

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim KLH RI, Ary Sudijanto, menyambut baik usulan kerja sama ini. Ia menilai, inisiatif ini sejalan dengan agenda nasional terkait pengendalian perubahan iklim.

“Pada prinsipnya kami mendukung usulan Kota Padang, khususnya terkait pengelolaan sungai, sanitasi, dan transportasi rendah emisi,” kata Ary Sudijanto.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian penting dari roadmap pembangunan Kota Padang menuju visi kota sehat dan kota pintar. Infrastruktur lingkungan dan sanitasi berkelanjutan menjadi kunci ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *