Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat langkah penanganan pascabencana dengan mengikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak yang dipimpin Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto secara virtual, Senin (6/7). Rapat itu melibatkan kepala daerah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang wilayahnya terdampak bencana.

Dari Agam, Bupati Agam Benni Warlis mengikuti rapat daring dari Ruang Rapat Bupati Agam. Ia didampingi Sekretaris Daerah M. Luhfi AR, Asisten II Setda Agam Andrinaldi, Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmad Lasmono, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rinaldi.

Pertemuan tersebut digelar untuk menyatukan langkah pemerintah daerah agar penanganan pascabencana di tiga provinsi bisa berjalan lebih cepat. BNPB menegaskan bahwa dukungan anggaran dan kementerian/lembaga sudah tersedia, sehingga daerah diminta segera mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Dalam arahannya, Suharyanto juga menekankan perlunya kepala daerah turun langsung ke lapangan. Ia meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi agar seluruh tahapan penanggulangan bencana berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.

“Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak,” tegasnya.

Dalam rapat itu juga disampaikan bahwa BNPB telah menerima dan menelaah usulan pembangunan hunian tetap atau Huntap melalui skema in-situ dan relokasi mandiri sebanyak 14.897 unit. Rinciannya, 12.671 unit di Aceh, 1.531 unit di Sumatera Utara, dan 695 unit di Sumatera Barat.

Pemerintah daerah juga diminta mendukung proses percepatan melalui penyediaan material konstruksi, pembiayaan tim teknis, serta penguatan anggaran lewat Transfer ke Daerah (TKD). Di sisi lain, daerah masih melakukan verifikasi dan validasi data kerusakan rumah sebagai dasar pengajuan bantuan tahap berikutnya kepada BNPB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *