Padang – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengajak masyarakat membangun budaya kewaspadaan dini untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di lingkungan sekitar. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026), di Padang.

Muhidi menegaskan, menciptakan lingkungan yang aman tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat keamanan. Ia mengatakan, seluruh lapisan masyarakat perlu terlibat aktif dengan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekeliling mereka.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan,” ujar Muhidi.

Ia menilai, mengingatkan orang lain dengan cara santun dan persuasif bukanlah pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Menurut dia, langkah itu justru menunjukkan kepedulian sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang lebih baik.

“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Muhidi juga meminta masyarakat lebih bijak menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Ia mengingatkan agar warga tidak mudah percaya atau langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Muhidi, kewaspadaan dini tidak hanya soal keamanan. Bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan juga masuk dalam perhatian yang perlu diantisipasi bersama.

Ia menilai, semakin tinggi kepedulian masyarakat, semakin besar pula peluang mendeteksi ancaman sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih luas.

“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga tercipta rasa aman dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *