Padang – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat kini memiliki Mess Relawan yang disiapkan sebagai tempat istirahat bagi para relawan yang bertugas dalam penanganan bencana. Fasilitas ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendukung relawan yang berada di garis depan misi kemanusiaan.
Mess yang berada di kompleks Markas PMI Sumbar itu diresmikan pada Selasa (5/8) oleh Ketua Bidang Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, serta Ketua PMI Sumbar H. Aristo Munandar.
Bangunan dengan tiga kamar dan fasilitas setara hotel melati itu dibangun melalui kerja sama pendanaan antara PMI Pusat, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui APBD. Pembangunannya dimulai dua tahun lalu hingga akhirnya selesai dan siap digunakan.
Ketua Bidang Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo mengapresiasi langkah PMI Sumbar yang menyediakan fasilitas khusus bagi relawan. Ia menilai keberadaan mess tersebut menunjukkan perhatian terhadap relawan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kemanusiaan di lapangan.
“Apa yang dibangun Sumatera Barat ini patut menjadi contoh bagi markas PMI provinsi lainnya, terutama di daerah yang rawan bencana. Dengan adanya mess ini, para relawan yang datang membantu dapat beristirahat dengan nyaman setelah menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan,” kata Sasongko.
Ia menegaskan, relawan memiliki peran vital dalam setiap operasi penanggulangan bencana, sehingga kenyamanan dan kesejahteraan mereka selama bertugas perlu mendapat perhatian.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut mendukung penyelesaian pembangunan mess tersebut melalui dana hibah kepada PMI Sumbar.
Menurut dia, fasilitas itu bukan hanya tempat menginap bagi relawan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas relawan PMI.
“Pemprov Sumbar merasa terpanggil untuk membantu merampungkan pembangunan mess yang sempat tertunda. Dukungan itu menjadi bagian dari dana hibah APBD yang diberikan kepada PMI Sumbar. Harapan kami, fasilitas ini juga menjadi pusat pendidikan dan pelatihan relawan agar kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meningkat,” ujar Aklima.
Ketua PMI Sumbar H. Aristo Munandar menjelaskan, sejak awal mess tersebut memang disiapkan untuk mendukung aktivitas relawan, baik sebagai tempat beristirahat saat bertugas maupun sebagai penunjang berbagai kegiatan pelatihan.
“Bila sedang tidak digunakan untuk kegiatan kemanusiaan atau pelatihan, mess ini akan dimanfaatkan secara komersial. Hasilnya akan digunakan untuk membantu menutup biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas,” kata Aristo.
Ia berharap keberadaan Mess Relawan PMI Sumbar dapat menambah kenyamanan sekaligus semangat relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, mengingat Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Indonesia.
Peresmian Mess Relawan PMI Sumbar turut dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Barat Edi Dharma, perwakilan Kedutaan Besar Australia Nadya, serta para ketua PMI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.











