PASAMAN – Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem pendidikan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Nevi saat menghadiri Seminar Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Pasaman di Hotel Arumas, Lubuk Sikaping, pada medio Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Kompetensi Guru: Pilar Profesionalisme Pendidik dalam Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas, Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”.
Nevi menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi utama bagi tenaga pendidik, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, serta profesional.
“Guru adalah penyampai materi pelajaran sekaligus pembimbing, motivator, teladan, dan penggerak perubahan,” ujar Nevi Zuairina.
Ia menambahkan bahwa guru yang hebat merupakan sosok yang tidak pernah berhenti untuk terus belajar, berkarya, serta berinovasi.
Politisi dari Fraksi PKS ini menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menuntut pendidik agar semakin adaptif dalam merancang metode pembelajaran.
Namun, ia mengingatkan agar teknologi hanya diposisikan sebagai sarana pendukung dan bukan untuk menggantikan peran kemanusiaan seorang guru.
“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi keteladanan, kepedulian, dan sentuhan manusiawi seorang guru tidak akan pernah tergantikan,” tegasnya.
Nevi turut mengapresiasi peran KGBN Kabupaten Pasaman sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan inovasi pendidikan bagi para guru.
Ia mendorong lahirnya program berkelanjutan seperti Klinik Media Pembelajaran, Bank Media Pembelajaran Pasaman, hingga gerakan Satu Guru Satu Karya agar pelatihan ini berdampak nyata di ruang kelas.
Menurutnya, kekayaan budaya dan lingkungan di Pasaman dapat dioptimalkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual yang menarik bagi peserta didik.
“Dari tangan guru-guru kreatif di daerah, perubahan besar pendidikan Indonesia dapat dimulai,” tutur Nevi Zuairina.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa satu karya dari seorang guru mampu menjadi inspirasi yang mengubah masa depan anak didik.











