Sawahlunto – Kepala Desa Batu Tanjung, Marwan, membuktikan bahwa usaha ternak ayam dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Saat ini, ia meraup keuntungan kotor Rp 25 juta dari 2.500 ekor ayam buras jenis Lohman.
Marwan ingin memberikan contoh nyata kepada warganya untuk meningkatkan taraf hidup. “Kita harus memberikan contoh, bukan sekadar mengajak dan menyuruh,” ujarnya, Minggu (7/9).
Ia bertekad mengembangkan usahanya menjadi 5.000 ekor ayam dengan bantuan dua putranya. “Jika 5.000 ekor, keuntungan kotornya bisa mencapai Rp 62 juta lebih. Untuk ukuran kampung, ini sudah bisa hidup layak,” jelasnya.
Sebelumnya, Marwan belajar dari pengalaman warga dan melakukan survei pasar. Ia melihat peluang besar dalam usaha pakan ternak dan pemanfaatan lahan kosong untuk menanam jagung.
Kotoran ayam juga bisa menjadi pupuk penyubur tanaman, bahkan kelapa sawit.
Marwan menjelaskan, ayam buras Lohman bisa bertahan hingga tiga tahun dan pembibitan dilakukan sendiri berkat ilmu putranya yang kuliah di jurusan Peternakan Universitas Andalas (UNAND).
Ia berharap, peternakan ayam buras Lohman ini bisa menjadi inspirasi bagi warganya. “Yang jelas, jika ditekuni dengan serius, ternak ayam ini mampu menyejahterakan warga,” pungkasnya.
Putra Marwan, Genta (15), siswa kelas 8 SMAN Sawahlunto, turut membantu mengumpulkan telur ayam buras sepulang sekolah.











