Simpang Ampek – Enam nelayan asal Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat, dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (20/11/2025). Upaya pencarian terhadap para nelayan dan boat tempel Primadona terus dilakukan hingga Jumat (21/11/2025) pagi.
Tim Reaksi Cepat BPBD Pasaman Barat menyebutkan rombongan nelayan berangkat dari Air Bangis pada Selasa (18/11/2025) siang menuju Panana, Kepulauan Nias Selatan.
“Mereka berangkat untuk menjemput hasil tangkapan di kapal pukat cincin,” ujar Kuria Sakti dari BPBD Pasaman Barat.
Setelah tiba di lokasi tujuan, para nelayan menunggu kapal pukat cincin hingga Kamis (20/11/2025) dini hari. Proses bongkar muat ikan sebanyak dua ton selesai dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB.
Rombongan nelayan menunda keberangkatan pulang karena cuaca buruk. Mereka baru bertolak kembali ke Air Bangis sekitar pukul 06.30 WIB setelah kondisi laut membaik.
Seharusnya, boat Primadona tiba di Air Bangis sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, hingga lebih dari satu jam setelahnya, keberadaan boat belum diketahui.
Pawang kapal pukat cincin kemudian menghubungi keluarga nelayan di Air Bangis untuk memastikan kedatangan rombongan. Karena belum tiba, keluarga nelayan melaporkan kejadian tersebut ke Pol Airud pada pukul 18.30 WIB.
Selain Zulfikar (52), Akmal Daudi (40), Marrio (37), dan Andika Putra (36), terdapat dua anak buah kapal pukat cincin yang belum diketahui identitasnya dalam rombongan tersebut.
Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian ini kepada Camat Sungai Beremas dan Wali Nagari Air Bangis. Rencananya, penyisiran jalur yang dilalui kapal Primadona akan dilakukan pada Jumat pagi untuk mempercepat proses pencarian.











