Bukittinggi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bukittinggi menunjukkan dampak positif dalam menekan angka stunting. Pemerintah Kota (Pemko) mencatat penurunan prevalensi stunting dari 20,1% pada 2023 menjadi 16,8% pada 2024.

Meski belum menjangkau seluruh siswa, program ini dinilai berkontribusi signifikan dalam intervensi gizi anak.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menegaskan standar higienitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi persyaratan administratif dan teknis, termasuk Sertifikat Laik Higienitas Sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal.

Hingga November 2025, Pemko Bukittinggi menargetkan 17 SPPG yang tersebar di tiga kecamatan. Saat ini, 11 SPPG telah beroperasi, dua dalam proses pendanaan, dan empat dalam tahap pembangunan.

Capaian pendistribusian MBG hingga akhir November 2025 mencakup 62,16% peserta didik (26.900 dari target 43.277 orang) dan 4,5% peserta non-didik (381 dari target 8.376 orang). Pemko Bukittinggi terus berupaya memperluas distribusi untuk mencapai target.

Pemerintah daerah berupaya mengatasi kendala dengan mempercepat pembangunan dapur SPPG baru, memperkuat pengawasan higienitas, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *