Padang – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali membuka jalur penerbangan internasional langsung ke Kuala Lumpur dengan beroperasinya Batik Air Malaysia pada Senin (22/6/2026). Kehadiran rute ini menandai kembalinya layanan maskapai tersebut ke Sumatera Barat setelah sempat berhenti melayani penerbangan di BIM sejak Agustus 2024.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, menyebut pembukaan kembali rute Padang-Kuala Lumpur menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat. Menurut dia, konektivitas ini akan memudahkan perjalanan ke Malaysia sekaligus membuka akses lebih luas ke berbagai negara di Asia.
“Kami menyambut baik penerbangan perdana Batik Air Malaysia rute Padang-Kuala Lumpur pada hari ini. Kehadiran layanan ini akan semakin memperkuat konektivitas Sumatera Barat dengan Malaysia yang selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi sektor pariwisata, bisnis, pendidikan, dan perjalanan masyarakat,” kata Feni kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Batik Air Malaysia, yang sebelumnya dikenal sebagai Malindo Air, melayani rute tersebut empat kali dalam sepekan melalui Bandara Internasional Minangkabau. Penerbangan langsung Padang-Kuala Lumpur dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Minggu.
Untuk rute Padang-Kuala Lumpur, penerbangan OD333 berangkat pukul 09.05 WIB setiap Rabu dan Minggu, lalu tiba di Kuala Lumpur pukul 11.30 waktu setempat. Sementara OD335 berangkat pukul 17.20 WIB setiap Senin dan Kamis dan tiba di Kuala Lumpur pukul 19.45 waktu setempat.
Adapun untuk rute sebaliknya, Kuala Lumpur-Padang, penerbangan OD332 berangkat pukul 07.45 waktu setempat setiap Rabu dan Minggu, kemudian tiba di BIM pukul 08.05 WIB. Sementara OD334 berangkat pukul 16.00 waktu setempat setiap Senin dan Kamis dan tiba di Padang pukul 16.20 WIB.
Rute yang dilayani adalah Kuala Lumpur-Padang-Kuala Lumpur (KUL-PDG-KUL) dan dijadwalkan beroperasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dengan hadirnya kembali rute ini, masyarakat Sumatera Barat kini memiliki lebih banyak pilihan penerbangan internasional, sekaligus memperkuat posisi BIM sebagai pintu gerbang udara regional.
Feni menilai, kembalinya Batik Air Malaysia akan memberi dampak luas bagi Sumatera Barat. Akses penerbangan langsung ke Kuala Lumpur, kata dia, akan membantu mobilitas wisatawan, pelaku usaha, mahasiswa, hingga perantau Minang yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Malaysia.
“Kami berharap layanan ini dapat meningkatkan jumlah penumpang internasional yang datang dan berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Selain itu, penerbangan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya di Sumatera Barat,” ujarnya.
Kuala Lumpur juga menjadi salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia Tenggara dengan konektivitas luas ke berbagai negara. Karena itu, rute ini tidak hanya mempermudah perjalanan ke Malaysia, tetapi juga membuka akses menuju sejumlah destinasi internasional lain melalui jaringan Batik Air Malaysia.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan penerbangan langsung ini. Bandara Internasional Minangkabau akan terus mendukung peningkatan konektivitas udara guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan daerah,” tambahnya.
Dengan dimulainya penerbangan perdana pada Senin (22/6/2026), BIM semakin menegaskan perannya sebagai gerbang internasional Sumatera Barat. Kehadiran kembali Batik Air Malaysia diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan turut menggerakkan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, serta pendidikan di Ranah Minang.











