Jakarta – DPRD Sumatera Barat mendesak pemerintah pusat untuk segera mencairkan dana perbaikan jalan Pasar Baru-Alahan Panjang yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi. Kerusakan jalan ini mengancam isolasi tiga nagari di Bayang Utara.
DPRD Sumbar menargetkan perbaikan jalan penghubung ini selesai pada tahun 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menegaskan pentingnya jalan tersebut bagi masyarakat. “Untuk penanganan ruas jalan Pasar Baru-Alahan Panjang, terdapat beberapa titik yang putus, baik karena amblas maupun longsor akibat bencana,” ujarnya.
Salah satu titik kerusakan terparah berada di Koto Ranah, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Akibatnya, akses ke tiga nagari di Bayang Utara terputus.
Doni menjelaskan, pihaknya telah meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan darurat. Prioritas utama adalah membuka kembali akses yang terisolir.
Bencana hidrometeorologi telah merusak sekitar 20 ruas jalan provinsi di Sumatera Barat. Normalisasi jalan mendesak dilakukan agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu.
Pemprov Sumbar telah mengajukan proposal anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan kepada pemerintah pusat. Anggaran yang diajukan mencapai Rp275 miliar, tidak hanya untuk ruas Pasar Baru-Alahan Panjang, tetapi juga untuk ruas Pasar Baru hingga Simpang Alahan Panjang.
Komisi IV DPRD Sumbar berjanji akan mengawal usulan anggaran tersebut dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta pemerintah pusat. Tujuannya adalah mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2026.











