SILUNGKANG OSO – Desa Silungkang Oso kembali menggelar Festival Seni dan Budaya 2026 dengan tema “Merajut Kreativitas, Menampilkan Budaya”. Ajang ini menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan bakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.
Festival yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, itu menghadirkan beragam unsur seni dalam satu panggung kebersamaan. Seluruh lapisan masyarakat dilibatkan agar kegiatan ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga wadah partisipasi bersama.
Tahun ini, festival tersebut berkolaborasi dengan Mezaf Ethnic. Kolaborasi ini menampilkan perpaduan busana tradisional yang memikat perhatian pengunjung. Para peserta dan penampil mengenakan songket yang dipadukan dengan kain tenun khas dari pabrik Jembatan Merah Silungkang.
Perpaduan itu menegaskan bahwa tenun Silungkang tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, melainkan terus berkembang dan tetap relevan hingga kini. Melalui tampilan busana tersebut, identitas budaya Silungkang kembali diperlihatkan dengan cara yang segar dan kreatif.
Ciri lain dari festival ini terletak pada sifatnya yang terbuka untuk semua kalangan. Anak-anak, remaja, orang tua, pelaku seni, hingga masyarakat umum mendapat ruang untuk ambil bagian dalam setiap rangkaian acara.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak pagi. Berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, pameran karya, dan peragaan busana digelar untuk memperlihatkan karakter Silungkang Oso sebagai desa yang kaya budaya dan memiliki daya cipta tinggi.
Melalui festival ini, Desa Silungkang Oso ingin menegaskan bahwa budaya adalah ruang bersama. Di dalamnya, masyarakat dapat merajut ide, merawat tradisi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari komunitas.
Dengan semangat “Merajut Kreativitas, Menampilkan Budaya”, Festival Seni dan Budaya Silungkang Oso 2026 menjadi bukti bahwa sinergi warga mampu menjaga seni dan budaya terus tumbuh serta menginspirasi.










