Padang Panjang – Pimpinan dan pengajar Pondok Modern Gontor Darussalam, Ponorogo, Jawa Timur, mengunjungi Perguruan Thawalib Padang Panjang, Senin (17/11). Kunjungan ini terkait peringatan 100 tahun Gontor.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan “Napak Tilas Gontor di Bumi Minang”.

Perguruan Thawalib menjadi salah satu lokasi napak tilas karena KH. Imam Zarkasyi, salah seorang pendiri Gontor, pernah belajar dan mengajar di sana.

“Ayah kami datang ke Padang Panjang tahun 1930 atas saran gurunya, Ustadz Al Hasyimi,” ujar Prof. DR. Hamid Fahmy Zarkasyi, Pimpinan Gontor sekaligus putra KH. Imam Zarkasyi.

Hamid Fahmy menjelaskan, ayahnya belajar di Thawalib selama dua tahun setelah menimba ilmu di berbagai pesantren di Jawa.

Sumatera Barat dipilih karena menjadi pintu gerbang pembaharuan pemikiran Islam.

“Pesantren di Jawa saat itu hanya belajar kitab kuning, sementara di Sumatera Barat mulai mengajarkan kitab putih,” jelasnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Thawalib, H. Guspardi Gaus, mengaku bangga salah seorang santri Thawalib menjadi pendiri Gontor.

“Alhamdulillah jejak sejarah itu dinapak tilas oleh anak-anak beliau dan Keluarga Besar Gontor,” katanya.

Pada kesempatan itu, diresmikan Museum dan Galeri Tokoh-Tokoh Thawalib Padang Panjang. Museum ini menampilkan foto dan sejarah singkat perguruan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *