Padang – Respons cepat Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam menangani dampak banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menuai apresiasi dari warga setempat. Pengerahan tiga unit alat berat untuk memperbaiki tanggul Sungai Batang Guo yang jebol dinilai warga telah mempercepat pemulihan akses dan memulihkan aktivitas masyarakat.

Di lokasi, tiga alat berat tampak bekerja menormalisasi aliran sungai dengan membersihkan material yang menumpuk dan menutup kembali tanggul yang rusak. Aliran air yang sebelumnya meluap hingga ke badan jalan kini mulai kembali ke jalurnya, sehingga jalan yang sempat terputus berangsur bisa dilalui kendaraan.

Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, mengatakan warga merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam penanganan pascabencana. Menurut dia, langkah cepat mengerahkan alat berat menjadi bukti bahwa pemerintah sigap menghadapi kondisi darurat.

“Kami memuji langkah cepat Gubernur dan jajaran yang telah menerjunkan alat berat ke lokasi kami. Musibah ini sangat besar, bahkan sudah yang ketiga kalinya terjadi di wilayah kami. Tanggul yang jebol kali ini benar-benar luar biasa,” ujar Ardi di Padang, Rabu (5/8/2026).

Ardi mengungkapkan, saat banjir menerjang pada Senin (3/8) sekitar pukul 12.30 WIB, sedikitnya 17 warga sempat terjebak akibat derasnya arus Sungai Batang Guo yang meluap. Namun, seluruh warga berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim SAR.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Penanganan Tim SAR sangat cepat sehingga seluruh warga yang terjebak bisa diselamatkan,” katanya.

Ia juga menilai sinergi Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang berjalan baik sejak awal bencana. Menurut dia, kedua pemerintah bergerak cepat untuk menangani kondisi di lapangan.

“Baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota bergerak cepat. Hari ini tanggul sudah mulai diperbaiki oleh pihak terkait. Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Mahyeldi Ansharullah serta Bapak Wali Kota Padang Fadly Amran atas perhatian dan respons cepatnya,” tutur Ardi.

Ardi menjelaskan, kawasan RT 02 RW 06 termasuk wilayah yang paling rentan terdampak luapan Sungai Batang Guo. Hujan deras di kawasan hulu, kata dia, dapat membuat debit air naik tajam dalam waktu singkat.

“Kalau hujan sekitar 30 menit saja di hulu, air langsung meluap ke permukiman kami. Daerah ini sudah masuk zona merah. Karena itu setiap hujan deras kami selalu meminta warga segera mengungsi demi keselamatan. Mudah-mudahan setelah perbaikan ini wilayah ini menjadi lebih aman,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Neli, 48 tahun, warga terdampak banjir. Ia mengaku lega setelah melihat alat berat mulai bekerja memperbaiki tanggul yang jebol, sehingga akses jalan yang sempat terputus kini perlahan kembali normal.

“Kami sangat terbantu. Kemarin banjirnya sangat besar, kami benar-benar takut, apalagi memikirkan keselamatan anak-anak dan keluarga. Sekarang alat berat sudah menutup kembali bibir sungai dan jalan mulai bisa dilalui. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Padang,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kuranji dan menginstruksikan agar alat berat segera dikerahkan. Langkah itu diambil untuk mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo sekaligus memperbaiki tanggul yang jebol, agar akses warga segera pulih dan risiko banjir susulan bisa ditekan.

Hingga kini, Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait agar proses normalisasi sungai selesai secepat mungkin, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *