Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh fokus menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Payakumbuh Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menegaskan hal ini saat membuka Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur untuk perencanaan tahun 2027, Kamis (05/02/2026).

Rida mengungkapkan, data menunjukkan masih ada 54 balita stunting dan 740 keluarga dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan di wilayah tersebut.

“Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan,” tegas Rida.

Selain masalah stunting dan kemiskinan, Rida juga menyoroti masalah sanitasi, di mana masih ada 12 KK yang belum memiliki akses air minum layak dan 53 KK belum memiliki jamban sehat.

Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah untuk menjaring aspirasi masyarakat secara partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan.

Rida juga menekankan pentingnya memilih program prioritas secara selektif, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Kebutuhan pembangunan tinggi, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Karena itu, program prioritas harus dipilih secara selektif,” ujarnya.

Camat Payakumbuh Timur, Yopie Kurniawan, mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam pembangunan.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *