Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar percepat pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor. TNI akan membangun Huntara dalam waktu sembilan hari.

Langkah ini diambil seiring perpanjangan masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2025. Prioritas utama adalah memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi para pengungsi.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan nagari (desa) untuk pembangunan Huntara di tiga kecamatan, yaitu Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto.

“Kita telah mengusulkan Huntara untuk 552 KK, yang tersebar di Kecamatan Batipuh 89 KK, Batipuh Selatan 379 KK dan X Koto 84 KK,” ujar Eka Putra saat berada di Posko Bencana Batu Taba, Sabtu (13/12/2025).

Selain fokus pada penyediaan tempat tinggal, Pemkab Tanah Datar juga berupaya memulihkan perekonomian warga terdampak. Koordinasi dengan Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat dilakukan untuk menormalisasi lahan pertanian dan ladang yang rusak.

“Sektor ekonomi terdampak berupa lahan pertanian 389 hektar dan ladang 91 hektar,” jelas Eka Putra.

Presiden RI, lanjutnya, telah menjanjikan dana sebesar Rp4 miliar untuk kabupaten/kota terdampak bencana. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membantu pemulihan lahan pertanian.

Eka Putra juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah telah menyediakan hunian tetap di Rambatan bagi warga yang bersedia direlokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *