Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggalakkan peran anak sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan.

Sebanyak 30 perwakilan Forum Anak Kota Padang menerima pembekalan konsep Pelopor dan Pelapor (2P) di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center pada Minggu (18/10/2026).

Peserta kegiatan tersebut terdiri dari anggota Forum Anak, Wali Kota Cilik, Wakil Wali Kota Cilik, serta Duta Anak Kota Padang 2026.

Mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu mendeteksi sekaligus memutus rantai perundungan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menekankan pentingnya keberanian anak untuk bersuara dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan.

“Anak-anak ini kita persiapkan menjadi agen perubahan agar berbagai bentuk kekerasan dapat dicegah,” tegas Boby.

Boby menambahkan bahwa pemerintah ingin mereka menjadi pionir dalam melaporkan kasus sekaligus menjadi teman tempat bercerita bagi anak-anak lainnya.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, menjelaskan bahwa peran pelopor menuntut anak menjadi teladan dalam perilaku positif.

Anak-anak didorong untuk membiasakan sikap saling menghargai, menolak perundungan, serta menggunakan media sosial dengan bijak.

Sementara itu, peran pelapor menuntut keberanian anak untuk proaktif menyampaikan dugaan tindak kekerasan kepada orang dewasa atau pihak berwenang.

Ade menegaskan bahwa anak-anak harus berani mengambil langkah nyata saat melihat diskriminasi atau perundungan di lingkungan sekitar mereka.

“Penerapan 2P tidak boleh berhenti pada sosialisasi,” ujar Ade.

Ia berharap anak-anak memiliki keberanian melaporkan setiap permasalahan melalui jalur yang tepat, baik di sekolah, lingkungan tempat tinggal, maupun melalui Forum Anak.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat ekosistem sosial yang aman bagi generasi muda.

Sinergi antara pemerintah dan anak-anak diharapkan mampu menekan angka kekerasan secara signifikan demi mewujudkan predikat Kota Layak Anak yang seutuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *