Padang – Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Sabar AS, mendukung penggunaan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Pasaman dari Fraksi Demokrat untuk mendanai kegiatan studi tiru wartawan ke Padang.

Sabar AS menilai kebijakan pengalokasian dana untuk peningkatan kapasitas insan pers merupakan langkah strategis yang berorientasi jauh ke depan.

“Ini sebuah kebijakan strategis dengan perspektif yang jauh ke depan,” kata Sabar saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya mencakup dimensi fisik, melainkan juga pembangunan non-fisik bagi berbagai elemen masyarakat.

Sabar menegaskan bahwa peningkatan kemampuan wartawan merupakan bagian penting dari upaya pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Mantan Bupati Pasaman ini menekankan bahwa bantuan tersebut diberikan tanpa maksud untuk mengintervensi independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kita tetap mengharapkan mereka bekerja secara profesional, termasuk melakukan kontrol sosial bila diperlukan,” ujar mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pasaman, Yunelda Asra, mengonfirmasi bahwa dana pokir miliknya memang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

Yunelda memastikan seluruh proses pengalokasian anggaran telah mengikuti mekanisme dan aturan hukum yang berlaku.

“Tidak ada aturan yang kita tabrak,” tegas Yunelda mengenai penggunaan dana pokir tersebut.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperluas wawasan para wartawan agar dapat memberikan kontribusi lebih baik bagi pembangunan daerah.

Sebanyak 80 wartawan asal Pasaman melaksanakan kegiatan studi tiru di Padang dengan didampingi aparat Diskominfo Pasaman pada Rabu (28/10/2026) dan Kamis (29/10/2026).

Para peserta mengunjungi kantor Harian Padang Ekspres pada Rabu dan melanjutkan kunjungan ke Harian Haluan pada Kamis.

Program yang sempat tertunda karena kebijakan efisiensi anggaran ini disambut positif oleh para wartawan peserta.

Seorang peserta menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menghadapi tantangan dunia pers di era digital.

“Kegiatan ini benar-benar menambah pengetahuan dan wawasan saya,” ujar salah satu wartawan yang mengikuti studi tiru tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *