Surabaya – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, soroti kemandirian industri maritim nasional saat kunjungan kerja ke Surabaya, 21-23 November 2025.
Nevi menekankan pentingnya penguatan BUMN strategis seperti PT PAL Indonesia dan PT Pelindo Jasa Maritim.
Sebagai negara maritim, Indonesia harus mandiri dalam industri pelayaran dan perkapalan.
Nevi menyoroti rendahnya utilisasi pembangunan kapal baru (30-40%) dan tingginya ketergantungan impor komponen kapal (70%).
“Kami di Komisi VI DPR RI akan menindaklanjuti terkait kebutuhan investasi modernisasi galangan dan skema pembiayaannya,” tegas Nevi.
Politisi PKS ini juga meminta PT PAL dan Pelindo Jasa Maritim untuk memberikan data terkait utilisasi fasilitas dan kebutuhan peningkatan kapasitas.
Nevi mengingatkan agar pengurangan impor komponen kapal dilakukan hati-hati agar tidak mengganggu proyek dan stabilitas industri maritim.
Ia berharap kunjungan ini menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih kuat untuk pengawasan kontrak industri pertahanan dan penguatan kapasitas galangan.
“Industri maritim adalah pilar strategis kedaulatan ekonomi Indonesia,” tutup Nevi.











