Padang – Warga Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, terus memacu pembangunan akses jalan menuju kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang melalui kerja gotong royong. Para peladang setempat membangun jalan secara swadaya untuk membuka jalur yang lebih layak menuju lahan pertanian mereka.
Pengerjaan betonisasi jalan di kawasan itu telah berlangsung sejak pertengahan 2023 dan kini menunjukkan hasil. Hingga saat ini, jalan yang sudah dicor mencapai sekitar dua kilometer dengan lebar dua hingga tiga meter dan ketebalan 13 hingga 14 sentimeter. Pembangunan dilakukan bertahap hampir setiap akhir pekan.
Ketua Forum Pemberdayaan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan semangat warga itu turut diperkuat oleh bantuan PT Semen Padang yang menyalurkan sekitar 3.000 zak semen. Menurut dia, dukungan tersebut sangat membantu keberlanjutan pembangunan jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju ladang.
“Seluruh pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, perjuangan ini tidak berjalan sendiri. PT Semen Padang turut membantu dengan memberikan bantuan sekitar 3.000 zak semen,” ujar Desi saat ditemui di sela gotong royong pengecoran Jalan Puncak Labuang, Minggu (10/5/2026).
Desi mengatakan bantuan itu sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan di Puncak Labuang.
“Untuk itu, atas nama masyarakat dan para peladang Puncak Labuang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Sebelum jalan dibetonisasi, warga harus melewati medan yang sulit dan berisiko untuk mencapai ladang. Jalan tanah yang licin dan menanjak membuat perjalanan kerap terkendala, terutama saat musim hujan. Bahkan, kata dia, warga harus berjalan kaki hingga enam jam untuk sampai ke lahan pertanian.
“Tidak sedikit peladang yang terjatuh ketika membawa hasil panen menuju pasar karena kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui. Kalau hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur. Membawa hasil panen sangat sulit. Banyak masyarakat yang jatuh di jalan karena medannya curam dan licin,” ungkapnya.
Kini, kondisi itu perlahan berubah. Dengan adanya jalan beton, warga bisa menjangkau ladang menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu sekitar 15 menit. Perbaikan akses tersebut tak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga berdampak pada produktivitas pertanian masyarakat.
“Sekarang akses sudah jauh lebih mudah. Masyarakat bisa membawa hasil panen dengan cepat dan aman. Ini sangat membantu aktivitas ekonomi warga,” ujar Desi.
Jalan beton itu menjadi urat nadi utama bagi warga Puncak Labuang karena merupakan satu-satunya akses menuju lahan pertanian yang ditanami komoditas unggulan seperti manggis, durian, cengkeh, jeruk, dan kopi.
Menurut Desi, sebelum jalan dicor, banyak peladang membiarkan lahannya tidak tergarap karena sulitnya akses ke lokasi. Namun, kondisi itu mulai berubah setelah jalur menuju ladang lebih mudah dilalui.
“Sekarang masyarakat mulai semangat kembali menggarap ladangnya. Kalau dulu banyak lahan yang dibiarkan begitu saja karena aksesnya sulit dilalui kendaraan. Untuk mencapai ladang, masyarakat harus berjalan kaki hingga enam jam. Kini, waktu tempuh ke ladang jauh lebih singkat, hanya sekitar 15 hingga 20 menit,” katanya.
Tak hanya jalan, PT Semen Padang juga mendukung pengembangan Puncak Labuang sebagai destinasi agrowisata. Melalui Forum Pemberdayaan Limau Manis, perusahaan itu ikut membantu pembangunan fasilitas penunjang seperti kamar mandi, toilet di area perkemahan, dan gazebo untuk pengunjung.
Desi menilai kawasan Puncak Labuang masih menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan. Selain pertanian, kawasan itu juga memiliki daya tarik wisata alam dan area perkemahan yang bisa menggerakkan ekonomi warga.
“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di sini. Selain pertanian, ada juga kawasan camp dan wisata alam yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.











