Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong pengelolaan wakaf yang lebih profesional dan optimal di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat membuka Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX di Padang, Minggu (21/12/2025).

Mahyeldi menilai, wakaf memiliki potensi besar untuk membantu memecahkan berbagai masalah umat dan mendukung pembangunan.

“Potensi wakaf kita luar biasa besar, namun belum seluruhnya terkelola secara maksimal,” kata Mahyeldi.

Ia mencontohkan, wakaf telah menjadi budaya yang kuat di negara-negara Islam maju, seperti di Mesir yang mendukung keberlangsungan Universitas Al-Azhar.

Gubernur menyebut, potensi wakaf nasional mencapai Rp2.000 triliun. Namun, pengelolaan yang profesional dan berintegritas sangat dibutuhkan.

“Sumatera Barat selalu memberi kontribusi bagi peradaban bangsa, salah satunya melalui pengelolaan wakaf. Kita perlu menyiapkan nazhir yang kompeten, amanah, dan profesional,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Helmi Hamidah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 6.940 nazhir wakaf di Indonesia, dengan sekitar 400 di antaranya berasal dari Sumbar.

Helmi menambahkan, Sumatera Barat termasuk provinsi yang aktif dalam pengelolaan wakaf. Lembaga nazhir memiliki peran penting dalam menginventarisasi dan mengoptimalkan aset wakaf di daerah.

Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BWI, Kementerian Agama, perguruan tinggi, perbankan, asesor, serta pakar dan praktisi perwakafan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem wakaf yang produktif dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *