Padang Panjang – Pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) milik PT Semen Padang terus meluas dan kini digunakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Setelah sebelumnya diterapkan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Agam, teknologi konstruksi tersebut kini dipakai untuk pembangunan huntap mandiri di Kota Padang Panjang. Pekerjaan dimulai di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, pada Kamis (30/4/2026).
Peresmian dimulainya pembangunan itu dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Sekretaris Utama BNPB Rustian, Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham, serta unsur Forkopimda setempat.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan penggunaan Sepablock yang kian luas menjadi bukti bahwa inovasi perusahaan tidak hanya diarahkan untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat, terutama dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Menurut dia, Sepablock hadir sebagai salah satu kontribusi PT Semen Padang dalam menyediakan solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tangguh bagi penyintas bencana.
“Sepablock merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Semen Padang dalam menghadirkan solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tangguh bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap inovasi ini dapat terus mendukung pemulihan daerah serta menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman,” ujar Win.
Sementara itu, Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham menjelaskan bahwa Sepablock dirancang untuk menjawab kebutuhan bangunan yang efisien dan kuat, khususnya untuk hunian pascabencana.
Ia menyebut material tersebut memungkinkan rumah dibangun dalam waktu sekitar 30 hari tanpa mengurangi kualitas bangunan.
“Untuk pembangunan huntap, Sepablock telah memenuhi banyak poin penting. Selain waktu pembangunan yang relatif singkat, juga ramah gempa,” ujar Donny.
Ia menegaskan, inovasi itu dihadirkan agar masyarakat terdampak bencana tidak hanya mendapatkan rumah yang cepat berdiri, tetapi juga hunian yang layak dan bermartabat.
“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan huntap yang tidak asal-asalan, tetapi hunian berkelas bagi masyarakat,” katanya.
Penjelasan tersebut menarik perhatian Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Meski baru pertama kali melihat langsung teknologi Sepablock, ia tampak antusias dan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai spesifikasi, daya tahan, hingga efisiensi biaya pembangunan.











