Payakumbuh – Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) fokus berantas stunting dan kemiskinan ekstrem melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2026. Dana kelurahan sebesar 200 juta rupiah akan dioptimalkan untuk program-program penanggulangan.

Musrenbang yang digelar pada Selasa (02/02/2026) ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan. Tujuannya, mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran.

Asisten I Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, mewakili Walikota Payakumbuh, menekankan pentingnya integrasi program penanggulangan stunting dalam Musrenbang.

“Pelaksanaan Musrenbang tahun ini terintegrasi dengan Musrenbang stunting yang sudah memasuki tahun keempat,” ujarnya.

Camat Lamposi Tigo Nagari, Diki Engla, menambahkan bahwa Musrenbang ini merupakan kelanjutan dari proses musrenbang di tingkat kelurahan. Prioritas utama adalah mewujudkan usulan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Beberapa usulan prioritas yang diajukan antara lain pembangunan saluran drainase terbuka, peningkatan saluran irigasi, dan pembangunan jaringan irigasi usaha tani.

Dengan keterbatasan APBD, Walikota Payakumbuh berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *